Logo SantriDigital

keutamaan bulan dzulhijjah

Khutbah Jumat
M
Mukty ali yahya
5 Mei 2026 6 menit baca 3 views

وَاَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ...

وَاَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Marilah kita renungkan sejenak, sebentar saja. Di hadapan kita terhampar waktu yang begitu berharga, bulan-bulan dalam setahun yang Allah subhanahu wa ta'ala telah muliakan. Dan di antara bulan-bulan mulia itu, ada satu dekade yang dijanjikan keutamaan luar biasa, sebuah masa emas bagi setiap mukmin yang merindukan ampunan dan rahmat Rabb-nya. Ya, kita tengah memasuki atau bahkan telah berada di dalam bulan Dzulhijjah. Sebuah bulan yang di dalamnya terukir sejarah agung para nabi, sebuah bulan yang di dalamnya terkandung amal-amal saleh yang dicintai Allah, sebuah bulan yang puncaknya adalah Hari Raya Idul Adha dan Hari Arafah. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an yang mulia: وَالْفَجْرِ ﴿١﴾ وَلَيَالٍ عَشْرٍ ﴿٢﴾ "Demi fajar, dan demi malam-malam yang sepuluh." (QS. Al-Fajr: 1-2) Imam Ibnu Katsir dan sejumlah ahli tafsir menyebutkan bahwa "malam-malam yang sepuluh" ini adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Betapa besar keutamaan malam-malam ini, sampai Allah bersumpah dengannya. Sumpah dari Allah bukan sekadar sumpah biasa, ia adalah penegasan betapa agungnya sesuatu yang disumpah. Jika Allah yang Maha Agung bersumpah dengan sesuatu, berarti sesuatu itu memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi-Nya. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Dalam sepuluh hari pertama Dzulhijjah ini, terdapat kesempatan emas bagi kita untuk menggandakan amalan-amalan kita. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ "Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari ini." Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah tidak juga jihad fi sabilillah?" Beliau menjawab: "Dan tidak pula jihad fi sabilillah, kecuali seorang lelaki yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali dengan membawa apapun." (HR. Tirmidzi) Lihatlah, bahkan dibanding dengan jihad yang merupakan puncak ibadah, amal saleh di sepuluh hari Dzulhijjah ini lebih dicintai Allah, kecuali bagi mereka yang berjihad hingga titik darah penghabisan. Ini menunjukkan betapa luas pintu kebaikan yang dibuka oleh Allah di bulan ini. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Amal saleh apa yang bisa kita lakukan? Mulailah dengan hal-hal yang paling mendasar, yang seringkali kita lalaikan. Zikir kepada Allah. Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kita untuk banyak mengingat-Nya, terutama di hari-hari ini. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ وَالتَّسْبِيحِ "Maka perbanyaklah pada hari-hari itu dengan membaca 'La ilaha illallah' (Tahlil), 'Allahu Akbar' (Takbir), 'Alhamdulillah' (Tahmid), dan 'Subhanallah' (Tasbih)." (HR. Muslim) Subhanallah! Betapa ringannya ucapan ini, namun betapa berat timbangannya di sisi Allah. "La ilaha illallah," pengakuan bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah, janji setia seorang hamba kepada Rabb-nya. "Allahu Akbar," pengakuan atas kebesaran-Nya yang melampaui segala sesuatu yang kita takuti di dunia ini, bahwa Dia lebih besar dari segala masalah, lebih kuat dari segala cobaan. "Alhamdulillah," ungkapan syukur atas segala nikmat yang tak terhingga, dari tarikan napas hingga kenikmatan iman. "Subhanallah," penyucian Allah dari segala kekurangan dan aib, menegaskan kesucian dan keagungan-Nya. Mari, lisankan kalimat-kalimat ini sebanyak-banyaknya, lepaskan dahaga jiwa dengan zikir yang menenangkan hati. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Kemudian, bulan Dzulhijjah juga mengingatkan kita pada sebuah ibadah yang monumental, ibadah haji. Ibadah yang menjadi rukun Islam kelima, sebuah perjalanan spiritual yang menyatukan jutaan umat dari seluruh penjuru dunia di hadapan Ka'bah. Bagi yang belum mampu melaksanakannya, Allah memberikan pahala setara dengan amal-amal saleh lainnya di hari-hari ini. Dan bagi yang mampu, mari persiapkan diri dengan hati yang tulus, niat yang ikhlas, dan bekali diri dengan ilmu. Haji adalah manifestasi kepasrahan total kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Melepaskan diri dari segala atribut duniawi, mengenakan pakaian ihram yang sama, menjadikan semua manusia setara di hadapan Sang Pencipta. Di sana, kita diingatkan akan hari kiamat, di mana kita semua akan dibangkitkan dalam keadaan yang sama. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Dan puncak dari sepuluh hari ini adalah Hari Arafah, tanggal 9 Dzulhijjah. Hari yang sangat istimewa, di mana doa-doa sangat mungkin dikabulkan oleh Allah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ "Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang aku ucapkan, begitu pula para nabi sebelumku adalah: 'La ilaha illallah wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumitu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir.'" (HR. Tirmidzi) Bayangkan, hari di mana para malaikat bersaksi atas kebanggaan Allah terhadap hamba-Nya yang berwukuf di Arafah. Hari di mana Allah mengampuni dosa-dosa tahun lalu dan tahun mendatang bagi yang berpuasa. Pothoskanlah diri kita di hari Arafah ini. Berdoalah dengan sungguh-sungguh, dengan khusyuk, dengan keyakinan penuh akan rahmat Allah. Mintalah ampunan untuk dosa-dosa kita yang mungkin telah melukai hati nurani kita. Mintalah surga untuk kita dan keluarga kita. Mintalah perlindungan dari siksa neraka yang apinya begitu besar, yang panasnya tak terbayangkan. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Kemudian datanglah Hari Raya Idul Adha, hari penyembelihan kurban. Kurban yang bukan hanya sekadar menyembelih hewan, namun lebih dari itu, ia adalah lambang pengorbanan diri. Mengorbankan ego, mengorbankan hawa nafsu, mengorbankan harta, mengorbankan waktu, demi cinta kepada Allah. Sebagaimana Nabi Ibrahim 'alaihissalam yang rela mengorbankan putra kesayangannya demi perintah Allah, dan Allah menggantinya dengan karunia yang lebih besar. Kurban kita adalah bukti cinta kita kepada Allah. Dagingnya bisa kita berikan kepada yang membutuhkan, namun ruh pengorbanannya tertanam dalam hati kita sebagai pengingat untuk senantiasa mengutamakan perintah Allah di atas segala keinginan duniawi. Allah berfirman: لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ "Daging (kurban) dan darahnya sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah takwa kamu." (QS. Al-Hajj: 37) Jadi, kurban kita hanyalah sarana, inti dari kurban adalah ketakwaan kita, ketulusan kita dalam beribadah dan mengorbankan diri di jalan-Nya. Mari, dari mimbar yang mulia ini, kita kembalikan kesadaran kita. Sepuluh hari Dzulhijjah adalah momen yang sangat langka. Jangan sampai berlalu sia-sia. Jangan sampai kita menyesalinya di kemudian hari, ketika mata sudah tak bisa melihat, telinga sudah tak bisa mendengar, dan tubuh sudah tak bisa berbuat apa-apa. Ubah waktu kita menjadi ladang pahala. Tinggalkan kelalaian, tinggalkan kemaksiatan. Sambutlah bulan ini dengan hati yang bersih, jiwa yang merindu, dan tekad yang kuat untuk beramal saleh. Jauhi maksiat dengan segenap kemampuan kita, sebab setiap detik yang terlewatkan dalam maksiat adalah kerugian besar yang takkan bisa dikembalikan. Mari kita bersihkan hati kita dari segala penyakitnya, dari iri, dengki, ujub, riya'. Ingatlah, Allah melihat hati kita. Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kemampuan untuk beramal saleh di sepuluh hari Dzulhijjah ini. Berikanlah kekuatan untuk menjauhi maksiat dan dosa. Berikanlah kesempatan untuk bertaubat dengan sesungguhnya sebelum ajal menjemput. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang Engkau cintai. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →